Pernah suatu ketika aku berdoa pada Rabbku

Izinkan aku bersama dengan dia yang mencintaiMu melebihi cintanya pada dunia

Izinkan aku bertemu dengan dia yang jika bersamanya syurgaMu terasa jauh lebih dekat

Hingga waktu yang di nantipun tiba, malam itu. Saat kota bandung sedang dingin karena di guyur hujan, hadirmu seakan menghangatkan hati, setiap kata mu tak sengaja membuat air matapun menetes dan membuat pipiku merah merona tersipu juga terharu.

Lamaranmu, seakan mengabulkan setiap doa-doa panjangku saat orang terlelap tidur. Haru, bahagia dan membuat lidah kelu tak dapat lagi berkata selain anggukan manis untuk menjawab sebuah pertanyaan luar biasa itu.

Ya” hanya itu yang mampu terucap, karena semua itu bagaikan sebuah mimpi dan harapan yang ku pikir akan sangat tidak mungkin saat itu. Tapi tangan-Nya mampu meyakinkan, bahwa setiap yang hidup di bumi sudah Allah siapkan pasangan hidupnya jauh sebelum kita di lahirkan.

Dan saat itu doa yang lebih spesifik yang aku ucapkan adalah “aku ingin dia yang satu frekuensi” denganku. Dan kini dia ada disini, di sampingku dengan segala kelapangan hatinya mau menerima setiap baik burukku, mau menerima setiap kurang dan lebihku, dan yang selalu setia menemani ku siang juga malam dalam dinginnya hujan dan teriknya mentari.

Syukur yang tak ada akhirnya saat akhirnya aku dan dia mampu untuk saling menemukan,

Bahagia yang tak mampu tergambar saat bisa sama-sama membersamai dalam kebaikan,

Haru yang tak mampu terbendung saat bisa sama-sama terus menggenggam dalam gelapnya malam dan terangnya siang ^^

 

 

 

#30DWCJilid10 #day2 #squad2 #pejuangdwc #fighter

 

Nita Lisnawati Siregar

27 November 2017

Advertisements