Laki-laki yang pada hari itu datang bertamu mengetuk pintu rumah bersama keluarga membawa niat tulus dan tekad kuat untuk meminang seorang anak perempuan yang mungkin cukup asing baginya.

.

Kamu, kamu yang tercipta untuk menjemputku dengan caraNya dan kamu yang tercipta tidak untuk mengetuk pintu hatiku tapi mengetuk restu Ibuku

.

.

Kelak akan ada hari dimana tanganmu lah yang menjabat tangan waliku dan saat hari itu tiba maka tanggung jawab atas aku telah berpindah ke tanganmu.

.

.

untuk Kamu, telah ku sampaikan sebelumnya bahwa aku hanyalah perempuan sederhana yang masih fakir ilmu dan belum sholehah. aku asing bagimu begitupun kamu bagiku.

entah, aku lupa kapan pertama kali pembicaraan serius itu ada. yang ku ingat saat itu aku tak lagi bisa berkata selain tersenyum dan tersipu malu mendengar ucapanmu.

.

.

.

pernikahan bukanlah komitmen sederhana antara kamu dan waliku, ikatan itu jauh lebih besar maknanya dari hanya sekedar kau berjanji pada waliku untuk membahagiakanku

pernikahan bukanlah tentanglah tentang aku cinta kamu dan kamu cinta aku, ikatan itu jauh lebih besar artinya dari hanya sekedar mengagungkan rasa cinta

dan pernikahan bukan hanya sebuah perubahan status dari single jadi double, ikatan itu jauh lebih berharga dari hanya sekedar perubahan status

.

pernikahan butuh sabar

pernikahan butuh ikhlas

pernikahan butuh pemahaman

pernikahan butuh ilmu

dan pernikahan butuh niat karena ALLAH

.

.

untuk Kamu…

mungkin nanti saat kita ada dalam 1 atap yang sama, kau akan tercengang degan keegoisanku tapi jangan berhenti karena itu yah! redamlah egoku dengan hangatnya pelukmu

.

mungkin nanti saat kita ada dalam 1 atap yang sama, kau akan kesal dengan tingkah kekanakkanku tapi jangan berhenti karena itu yah! bantu aku untuk mendewasakan diri dengan cara menjadi sebaik-baiknya imam bukan hanya sekedar memerintah

.

mungkin nanti saat kita ada dalam 1 atap yang sama, akan ada siapapun yang terlihat lebih baik dibandingkan aku tapi jangan berhenti karena itu yah! ingatlah, bahwa kita bersatu bukan karena harta, rupa atau tahta tapi karena Allah yang telah mempersatukan kita

.

mungkin nanti saat kita ada dalam 1 atap yang sama, akan ada masa dimana kita sibuk dengan dunia kita masing-masing tapi jangan gengsi untuk sekedar mengungkapkan rasa sayang karena pernikahan itu perlu di pupuk agar tetap subur meski telah lama bersama

.

dan mungkin nanti saat kita ada dalam 1 atap yang sama, lalu sang Maha Hidup meminta salah satu dari kita untuk pulang lebih dulu maka jangan pernah berpikir untuk saling melupakan tapi berjanjilah untuk tetap saling mendoakan

.

.

untuk Kamu…

aku tak memilihmu karena hartamu karena aku tau kekayaan bisa habis

aku tak memilihmu karena rupamu karena aku tau ketampanan bisa lenyap

dan aku tak memilihmu karena tahtamu karena aku tau jabatan bisa saja hilang

.

aku memilihmu karena taqwamu

aku memilihmu karena cintamu kepada Rabbmu

dan aku aku memilihmu karena tanggung jawabmu, tanggung jawabmu atas Ibu juga adik-adikmu

.

.

untuk Kamu…

jangan bosan membimbingku untuk menjadi sosok Ibu yang pantas untuk anak-anak kita kelak

jangan bosan mengajariku jika aku tak paham tentang sesuatu

dan jangan bosan mengingatkan aku jika aku melakukan kesalahan

.

.

untuk Kamu…

aku bukanlah perempuan yang pandai dalam memasak, tapi kamu mau kan bersabar dan memberiku kesempatan

aku bukanlah perempuan yang cekatan dalam berbagai hal, tapi juga tak lelet dalam melakukan sesuatu

aku bukanlah perempuan yang pandai dalam berias, tapi aku tau bagimu air wudhu jauh lebih membuatku bercahaya kan

dan aku bukanlah perempuan yang cerdas dalam memberikan ide-ide canggih, tapi juga tak akan membiarkanmu berpikir sendiri

.

.

untuk Kamu…

aku memilihmu bukan atas dasar aku mencintaimu semata, tapi aku memilihmu karena aku tau kau teramat mencintaiNya

aku memilihmu bukan atas dasar ingin menikah dan melepas masa lajangku, tapi aku memilihmu karena ingin menjalankan sunnah Rasulku

dan aku memilihmu bukan atas dasar kepentingan dunia ku saja, tapi aku memilihmu karena aku ingin bersamamu juga di syurgaNya

.

.

bimbing dan didiklah aku sebagaimana Rasulullah membimbing istri-istrinya

tegur dan ingatkan aku dengan kelembutan bukan dengan bentakkan apalagi kekerasan

karena aku diciptakan dari tulang rusukmu yang bengkok, jika dipaksa untuk diluruskan maka aku akan patah dan hancur

.

.

untuk Kamu…

aku disini masih menghitung hari

aku disini masih menghitung minggu

dan aku disini masih menghitung bulan

untuk mendengarmu berjanji pada Rabbku dengan disaksikan ribuan malaikat bahwa kamu akan menuntunku menuju syurgaNya

.

.

.

dari aku, calon jodoh dunia akhiratmu Aamiin insyaAllah ^^

 

Nita Lisnawati Siregar

25 Januari 2017

Advertisements