Pernah tau rasa susah jadi gelandangan? tidur beralaskan kasur lepek bahkan tak jarang beralaskan kardus bekas~ Bersyukurlah, karena tak semua orang hidup seberuntung kamu 🙂


kenapa nanya gitu nit? yaa karena aku pernah ada di posisi itu 10 tahun yang lalu sebelum aku jadi seperti hari ini, hidup terlunta-lunta selama 1 tahun, ngalamin putus sekolah karena gapunya biaya dan aku ngejalanin semuanya cuma berdua sama mama 🙂

ketika keluarga dekat pun tak bisa menerima, ketika untuk makan saja kami harus bekerja malam hari hingga subuh tiba dan ketika anak-anak lain pergi ke sekolah setiap pagi aku harus jualan bensin di sekitaran gedebage ~


kerja apa saat itu nit? nguras tangki pertamina yang lagi antri di depan pertamina gedebage untuk di isi ulang dan namanya nguras sisa isi ke pom bensin atau agen pasti ga semua ada, paling banyak dari 1 tangki cuma dapet 1 liter dan aku saat itu harus nguras tangki sebanyak 20-30 tangki setiap malem dari ujung depan sampai belakang 🙂


bisa di bilang aku dewasa sebelum waktunya saat itu, hidup seadanya, kadang makan kadang engga, di gusur sana-sini sama satpol PP karena ngediriin kios di atas trotoar. Kalian tau hotel yang megah berdiri di seberang pasar gedebage? nah di depan hotel itulah 10 tahun yang lalu aku tinggal, disebuah kios yang hanya berdinding papan dan beratapkan triplek~

kenapa aku flashback saat ini? hanya ingin berbagi, bahwa aku yang ada hari ini terbentuk karena kerasnya hidupku belasan tahun silam.


beberapa bulan yang lalu aku pernah sangat terluka karena Ibuku di anggap tidak baik oleh seseorang, beberapa bulan lalu aku pernah sangat sakit hati karena dia berani menghina masa laluku, dan beberapa bulan lalu aku pernah sangat menyesal karena pernah mengenal orang itu

entah atas dasar apa saat itu dia dengan tega menjelekkan aku juga ibukku pada oranglain, memfitnahku dan menghina ayahku yang katanya tidak bertanggung jawab. sakit hati? iya jelas! karena itu sudah menyangkut kedua orangtuaku, luka ini tak akan pernah kering sampai kapanpun hingga puncaknya disuatu malam seseorang itu dengan tega membentak Mama yang saat itu sedang sakit~ dan sejak saat itu aku beranjak pergi, aku tak ingin lagi ada disana, tak ingin lagi di tarik ke masa itu, masa dimana aku tak pernah bisa menjadi diriku, masa dimana aku tak pernah bisa berekspresi dengan karya-karya ku 🙂


Ini aku sekarang yang terbentuk dari pahitnya masa lalu yang menyesakkan, berjuang bersama mama bangkit dari keterpurukan hingga akhirnya mereka (keluarga besar) tau bahwa kami bukan orang lemah yang bisa di sepelekan.


Mama, satu-satunya orang yang ketika tau aku terluka cuma bisa senyum

Mama, satu-satunya orang yang tetap bersikap biasa aja ketika tau anaknya abis nangis

dan Mama, satu-satunya orang yang gapernah marah sama orang-orang yang pernah nyakitin anaknya


Mama cuma bilang :

Mama tau teteh sakit hati, Mama tau siapa yang nyakitin hati teteh dan Mama tau kenapa setiap bangun tidur mata teteh sembab ~ Tapi Mama gaberhak ngehukum oranglain, Teteh udah dewasa dan Teteh pasti tau mana yang bisa buat teteh bahagia.

Mama, seorang perempuan hebat yang Allah kirimkan untuk menemani hari-hariku di Dunia meski tanpa seorang suami membersamainya, mama besarin aku dengan cara terbaiknya dan mama selalu bilang : gapapa mama susah, asal teteh jangan~ tetep kuat dan tangguh, masalah ini kecil buat teteh , karena mama tau teteh pernah ngadepin hal yang jauh lebih besar dari ini.


ini aku tulis bukan karena aku ada masalah, bukan juga soal aku inget sakit hati yang dulu, tapi hanya untuk kembali menguatkan diri bahwa sebesar apapun masalah yang akan datang di kemudian hari ga akan bikin aku hancur seperti sebelumnya.

Mama satu-satunya harta yang aku punya, Mama malaikat tanpa sayap yang penuh cinta yang Allah kirimkan untuk aku jaga dan bahagiakan hingga JannahNya kelak 🙂

Hingga kelak aku tak sendiri lagi pun, akan selalu ada mama dalam hidupku~

Bareng mama aku berjuang, bareng mama aku bangkit dan bareng mama aku bisa memperbaiki hidup hingga bisa seperti hari ini 🙂

.

.

Terimakasih untuk cinta dan kasih sayangnya

Terimakasih untuk kesabaran dan kekuatan mama menghadapi kenakalan-kenakalanku

dan Terimakasih untuk semua kerja keras mama hingga aku bisa menjadi seperti hari ini

.

Perempuan terbaik, terhebat dan terkuat ya cuma Mama~ dan hadiah terbaik untuk Mama nanti adalah akan ku berikan laki-laki terbaik pilihanku (dan semoga menjadi laki-laki pilihanNya) untuk menjadi Imam dalam hidupku dan menjadi menantu untuk Mama~

.

.

ini sepenggal kisah ku bersama Mama, secercah surat cinta untuk Mama dan sebait rasa syukurku atas kasih sayangNya karena karuniaNya aku ada di posisi seperti hari ini menjadi lebih baik dan lebih tangguh dari aku yang dulu~


sehat terus dan terus sehat ya mam, Love you because Allah and I Wanna be Strong for you :*

.

.

.

dari aku, anak perempuan mu tentang perjuangan kita

Nita Lisnawati

22 November 2016

Advertisements