Mengabadikan setiap langkah menjadi rangkaian kata

Membuat aku semakin tau bahwa perjalanan ini ternyata sudah cukup jauh. Disadari atau tidak sudah banyak yang aku tinggalkan di belakang sana, bukan karena tak indah hanya saja ada yang jauh lebih indah dari sekedar indah di depan sana.

Dalam hidup kita pasti punya pilihan untuk melangkah dari tempat kita saat ini atau tetap tinggal dengan segala resiko yang akan terjadi. Setiap diri pasti punya pilihan, setiap pemikiran pasti punya harapan dan setiap harapan pasti ada mimpi di dalamnya.

Hidup ini tak selalu soal benci tapi tak juga selalu soal cinta, karena dalam hidup sudah ada porsinya masing-masing~ Segala sesuatu itu harus seimbang, bahagia seperlunya dan sedih secukupnya. Jangan juga terlalu merasa hebat dalam melakukan sesuatu, karena sesekali akan ada masa kamu lelah dan butuh berhenti hanya untuk sekedar duduk dan berbaring tapi tak harus menjadikan kamu lupa bahwa pelangi indahmu menanti di depan gerbang cerita indahmu

Luka tak akan membuat harimu gelap seperti awan hitam yang akan mengeluarkan tetesan air hujan, hanya mungkin sedikit tertutup oleh sendunya hatimu yang tak kamu coba obati~

Melangkah lah untuk menyeimbangkan diri, menjemput pelangi yang telah menanti, meraih mimpi yang pernah tertunda~ tak perlu terpuruk terlalu lama, hanya untuk di kasihani~ hidupmu lebih berharga dari hanya sekedar menangis di pojok kamar meratapi kesalahan di masa silam

.

.

Mengabadikan setiap langkah menjadi rangkaian kata

Tak perlu diri meratapi luka di masa silam, terlalu lama menengok masa lampau pun membuat leher ini terasa pegal, nafas tersengal akibat kemarahan dan rasa sakit, bulir air mata menetes teringat kekecawaan tak pelak membuat lupa akan mimpi-mimpi yang sudah di ukir

Menjadi bahagia adalah sebuah pilihan, terlalu lama terpuruk pun hanya akan mengganggu psikologis diri dan menutup pintu pun hanya akan menjadikan hati menjadi insan yang tak pandai bersyukur

Melangkah pergi adalah sebuah pilihan terbaik, membuka hati adalah cara yang paling membahagiakan dan memaafkan adalah hal yang paling manis dalam sebuah kemarahan

Mengabadikan setiap langkah menjadi rangkaian kata

Kini aku memilih untuk melangkah pergi dari apa yang ada dan pernah terlewati, melangkah untuk menemukan keindahan yang sudah di janjikan sejak saat sebelum aku di lahirkan~ Hijrah dari keterpurukan untuk menemukan cahaya kebenaran, bukan untuk bahagia tapi untuk mencari ridhoNya yang terindah

Melangkah pergi dengan pasti membuka lembaran baru dan mengubur lembaran lama yang telah usang tertutup debu kelalaian diri yang saat itu sengaja di kerjakan hanya untuk mendapatkan kebahagiaan semu

Melangkah pergi untuk temukan harapan dan menggapai mimpi-mimpi yang hampir karam akan kebutaanku pada masanya

Mengabadikan setiap langkah mejadi rangkaian kata

Kini bahagia itu ada dalam genggaman ku bukan hatiku, aku bisa mengendalikan bahagia itu semau ku, sesuai keinginanku, sesuai dengan apa yang seharusnya ku lakukan sejak awal~ jika ada pertanyaan kenapa kebahagiaan itu kau genggam tidak kau simpan dalam hatiku? maka dengan tegas akan ku jawab, hati ini sudah penuh dengan rasa syukurku, maka tak ada lagi tempat untuk bahagia disana, jangan pernah lupa bahwa rasa syukur itu adalah puncak kebahagiaan haqiqi, rasa syukur tak akan mengecewakanmu karena jika kau bisa bersyukur maka kau pasti bahagia~ itu kunci hidup

Kini langkahku semakin pasti, semakin terang oleh cahaya kebenaran Illahi, semakin yakin bahwa aku tak sendiri~ tlah ku temukan cara bersyukur yang paling baik. karena aku tak akan pernah tau jika aku tak pernah merasakan pahitnya luka di masa lalu

 

Mengabadikan setiap langkah menjadi rangkaian kata

Memaafkan, menerima, mengikhlaskan dan mensyukuri semua yang pernah ada untuk terus melangkah menuju kesana, ke suatu tempat gerbang bahagia yang sesungguhnya dengan penuh cinta dan RahmatNya bersama menuju kebaikan, bersama menuju tempatNya bernaung dan menanti, bersama menuju hari dimana akan datang bahwa Bahagia itu sederhana 🙂

.

.

.

 

ini aku, ini cerita tentang langkahku~ sejak saat itu hingga kini, dari bukan apa-apa hingga belum menjadi apa-apa, dari yang masih sendiri hingga akhirnya nanti berdua bersama menggapai apa yang telah di gariskanNya di sebuah catatan rahasia sebelum raga dan jiwa ini di ciptakan, Lauhul Mahfuz ❤

 

Setiap langkah adalah anugrah meski pada akhirnya semua tergantung bagaimana cara kita melangkah dan kemana kita gunakan kaki kita untuk melangkah.

 

 

Nita Lisnawati

– NLS –

17 November 2016

Advertisements