pada kenyataanya, ini bukan tentang seberapa hebat aku terluka dan kecewa saat itu~ tapi tentang bagaimana aku di perlakukan ~

.

.

Percaya atau tidak, CINTA dan OBSESI  itu bedanya tipis~

jauh lebih tipis dari setiap helai rambut kita ~ kalau ada yang bilang itu cinta yang tulus, maka ga ada ketulusan cinta kalau masih berani melukai 🙂

.

.

bukan jalan keluar ketika sudah tak ada cinta namun tetap di paksakan

bukan jalan keluar ketika sudah tak ada cinta tapi di hiasi dengan menyiksa diri

dan bukan jalan keluar ketika sudah tak ada cinta menjadikan siapapun bumerang untuk di jadikan tameng

.

.

cinta itu memberi, menerima, melepaskan dan mengikhlaskan~ disadari atau tidak, itu sudah 1 paket 🙂 kalau kamu baru sampai memberi dan menerima tu artinya bukan cinta, tapi kalau kamu sudah sampai tahap melepaskan namun masih tak bisa mengikhlaskan tetap saja itu bukan cinta

obsesi itu memberi, menerima, menuntut balasan dan memaksakan kehendak~ disadari atau tidak itu juga sudah 1 paket 🙂

buka mata, buka hati, buka pikiran ~ ketulusan itu hanya akan ada ketika kata TULUS tak pernah lagi terucap dari lisan setiap insan

buka mata, buka hati, buka pikiran ~ kita diciptakan bukan hanya untuk mengagungkan cinta, tapi untuk bermanfaat bagi sesamanya

.

.

mungkin itu hanya penyesalan-penyesalan di masa lalu yang tak berusaha di obati dengan baik, penyesalan karena sudah menyakiti dan penyesalan karena sudah menyia-nyiakan 🙂

.

Percayalah, bahwa ketika kamu melepaskan sesuatu karena Allah maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik ~ aku lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah dibandingkan kehilangan Allah karena sesuatu 🙂 aku sudah praktek dan aku berhasil, jadi nikmatNya yang mana lagi yang aku bisa dustakan?

.

.

Pesanku hanya 1, jangan jadikan siapapun bumerang untuk membuatku merasa bersalah~ sehebat apapun drama yang ada, aku akan tetap pada prinsipku~ balik kanan, bangkit dari keterpurukan dan memilih pergi dari cinta yang salah ~

.

.

karena cinta sejati adalah cinta yang disebut dalam setiap doa dan pembuktiannya hanya ada setelah pernikahan 🙂

Terimakasih sudah membuatku tau, bahwa Allah teramat mencintaiku 🙂

.

.

.

.

dari aku yang memilih pergi, Nita Lisnawati

16 November 2016

Advertisements