Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

ku awali rangkaian kata ini dengan menyebut AsmaNya, agar kebaikan senantiasa mengalir dalam setiap katanya.

Assalamualaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh ~

Wahai calon Imamku, apakabarmu disana? aku berdoa semoga kau selalu ada dalam lindungan dan penjagaanNya Aamin

.

.

Wahai Calon Imamku, perkenalkan aku adalah perempuan sederhana yang sedang berbenah memperbaiki diri di hadapanNya~

.

.

Wahai Calon Imamku, aku memang tak secantik Zulaikha tapi aku tau bahwa hatimu tak bisa di luluhkan hanya dengan kecantikkan semata

Wahai Calon Imamku, aku memang tak semulia Khadijah Binti Khuwailid tapi aku mau meneladani Bunda Khadijah agar kelak aku bisa menjadi penyejuk hatimu di kala kau terbakar api kemarahan

Wahai Calon Imamku, aku memang tak secerdas Aisyah Binti Abu Bakar tapi aku akan terus belajar agar kelak aku mampu menjadi madrasah terbaik untuk anak-anakmu

Wahai Calon Imamku, aku memang tak sesuci Maryam Binti Imran tapi aku sedang ikhtiar memperbaiki diri agar Dia percaya bahwa aku pantas bersanding bersamamu

.

.

Wahai Calon Imamku, aku tak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan ini cinta atau bukan. bahkan akupun tak tau bagaimana cara menafsirkan kata cinta yang sesungguhnya~ kau tau aku pernah terluka bukan? maka, saat ini aku tak ingin lagi terluka karena salah menyimpulkan

.

Wahai Calon Imamku, saat ini aku hanya mampu mencintaimu dalam diam, memelukmu melalui doa dan merindukan mu di sepertiga malamku

Wahai Calon Imamku, aku hanya manusia biasa~ ku akui terkadang rasa ini tak lagi dapat ku bendung selain oleh tangis keyakinan pada Rabbku bahwa kelak waktu itu akan tiba

Wahai Calon Imamku, aku akui ada rindu yang memaksa untuk keluar dari tempat persembunyiannya meski selalu berhasil ku tahan

.

Wahai Calon Imamku, yang aku tidak tau siapa Kamu dan aku tidak tau sedang ada di belahan mana kamu saat ini~ aku hanya percaya kelak kau akan membawaku menuju jannahNya dengan kesabaranmu mendidikku dan dengan keikhlasan mu menerima kehadiran ku sebagai seseorang yang menjadi tulak rusukmu

.

.

Wahai Calon Imamku, adakah namaku di setiap sujud panjangmu? adakah namaku di setiap istikharahmu?

Wahai Calon Imamku, terpikirkah olehmu seberapa lama kita saling mengenal hingga kita akhirnya sama sama yakin untuk bersama menjemput ridhoNya?

Wahai Calon Imamku, maaf~ maafkan aku yang merindukan mu, merindukan mu halal untukku dan merindukan kasih sayangmu~

.

.

Wahai Calon Imamku, siapapun kamu, bagaimanapun caramu menjemputku dan dimanapun kamu saat ini semoga senantiasa kau Libatkan Dia dalam segala urusanmu. Izinkan aku untuk terus menjemputmu di sepertiga malamku, izinkan aku mencintaimu dalam diam dan memelukmu melalui doa-doa panjangku hingga nanti, hingga waktu yang ku tunggu tiba~

Wahai Calon Imamku, bersabarlah jika kelak kau telah bersamaku~ bersabarlah mendidikku untuk menjadi Istri Shalihah dan bersabarlah mendampingiku untuk menjadi madrasah pertama anak-anakmu kelak~

.

Wahai Calon Imamku, ini aku persembahkan surat cinta untukmu~ surat cinta yang berisikan bahwa aku merindukanmu, merindu untuk menjadi bidadari mu yang akan selalu mendampingimu dalam suka dan duka, yang akan menerima semua kekurangan juga kelebihanmu dan yang akan sama-sama bersamamu meraih ridhoNya hingga ke Jannah~

.

.

Wahai Calon Imamku, ku nantikan kau di batas waktu karena aku percaya jika kau yang Dia pilihkan untukku maka Dia sudah siapkan waktu terbaik yang kelak akan menjadi waktu terindah untuk aku dan kamu~

Wahai Calon Imamku, aku percaya skenario yang Dia rancang akanlah Indah pada waktunya~ tak ku ragukan janjiNya pada Hamba yang senantiasa bergantung kepada Dia~ Percayalah, ketika waktu itu datang hanya akan ada air mata haru juga bahagia yang menetes dari mata ini dan lisan yang tak henti mengucap syukur~

.

.

Calon Imamku, salam rindu dariku~ Calon Ma’mum mu❤

.

Wassalamualaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh^^

.

yang me-RINDU-mu, Nita Lisnawati

01 November 2016

 

Advertisements