Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

ku awali Rangkaian kata ini dengan menyebut AsmaNya, agar kebaikan senantiasa mengalir dalam setiap katanya ^^

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ~

Wahai Calon Ibu Mertua, semoga selalu dalam keadaan yang baik dan selalu ada dalam penjagaanNya Aamiin

 

Perkenalkan aku adalah perempuan sederhana yang tengah berbenah diri untuk menjadi sebaik-baiknya muslimah untuk anak laki-lakimu disana. Ibu, aku tau wajahku tak secantik Zulaikha, aku tak semulia Khadijah Binti Khuwailid, tak secerdas Aisyah Binti Abu Bakar dan tak sesuci Maryam Binti Imran.

.

.

Ibu, Aku tau anak lelakimu tak dapat di luluhkan hanya oleh kecantikan semata karena aku paham keindahan dan kesantunan jiwa Bapaklah yang akhirnya mampu merekahkan setia yang akhirnya membuat kalian setia dalam wujud pernikahan.

Ibu, aku memang tak bisa berjanji untuk bisa menjadi penyejuk hati anak laki-lakimu tapi aku akan berusaha untuk tidak membuatnya marah karena hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu di permasalahkan

Ibu, aku memang belum mempunyai banyak hafalan surah dan hadist tapi aku akan terus belajar untuk bekal nanti agar aku mampu menjadi madrasah pertama bagi cucu-cucu mu kelak

Ibu, saat ini aku memang masih jauh dari kata baik , tidak sempurna bahkan tidak akan pernah bisa menjadi sempurna bahkan masa lalu ku pun teramat menyesakkan hati jika di ingat kembali tapi hari ini aku sudah tak lagi tinggal disana karena aku sedang ikhtiar dalam memperbaiki diri agar aku pantas untuk mendampingi putra kesayanganmu

.

.

.

Ibu, aku tak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan ini cinta atau bukan bahkan akupun tak bisa menafsirkan makna sesungguhnya apa itu cinta. Namun, yang ku tahu cinta itu sederhana, saat aku dan dia saling menjaga dan saling memperbaiki diri dalam ketaatan hingga hari bahagia itu tiba

Ibu, aku mohon. jangan khawatir jika kehadiranku akan menggantikan posisimu di hatinya, karena aku paham dengan sadar bahwa sosokmu akan tetap menjadi yang paling diutamakan dalam hidupnya, aku paham bahwa meski dia nanti telah menjadi suamiku, dia tetaplah bukan milikkku bu dia akan tetap menjadi milikmu, akan selalu memuliakan mu, menjadikanmu prioritas utamanya tapi nanti ada aku disampingnya yang juga akan memuliakanmu sama seperti aku memuliakan ibuku, yang akan menyayangimu sama seperti aku menyayangi ibuku dan yang akan menyayangi semua anggota keluargamu seperti aku menyayangi keluargaku.

Ibu, dengan penuh harap dalam do’a panjangku di setiap malam izinkanlah aku untuk bisa mendampinginya dalam suka dan duka, mendaki bersama menuju puncak dan saling bergandengan hingga JannahNya. aku selalu percaya bahwa ridho orangtua adalah ridhoNya, maka ridhoi aku dan izinkan aku ada di tengah kalian dengan segenap cinta dan kasih sayang yang aku miliki

.

.

Teruntuk calon Ibu Mertua yang akupun tak tau siapa juga bagaimana sosokmu karena sampai hari inipun kau masih menjadi misteriNya, meski ada harap dalam hati kelak Ibumu yang akan menjadi Ibu keduaku.

Ibu, ini Aku persembahkan surat cinta untukmu, surat cinta yang berisi tentang  kesiapanku menjadi seseorang yang kelak akan menerima semua tentang kehidupan keluarga anakmu, semua tentang dunia anakmu dan semua tentang prioritas anakmu. inginku hanya restumu untuk meraih RidhoNya

.

.

.

Ibu, aku percaya Dia sang Maha Cinta sedang merancang pertemuan Indah kita. untuk memberimu kesempatan juga ruang mengenalku lebih dekat agar kau yakin bahwa aku benar bisa menjadi menantu yang bisa kau percaya untuk mendampinginya, percayalah sosokmu tak akan pernah tergantikan oleh kehadiranku ~

 

 

Ibu, salam rindu dari ku ~ calon menantumu ❤

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^^

 

Nita Lisnawati

26 October 2016

Advertisements