aku pernah sangat hebat mencintai seseorang, menganggap dunia ini hanya milik ku dan dia tanpa merasa ada kehadiran orang lain

.

aku pernah sangat hebat menggenggam sesuatu, hingga sesuatu dalam genggaman itu terlepas pada suatu waktu

.

dan aku pernah sangat hebat merasa memiliki hingga aku lupa cara menghadapi sebuah kehilangan

.

manusia cenderung lupa cara bersyukur ketika mereka memiliki apa yang mereka ingin

manusia cenderung lupa berterimakasih saat mereka menerima sesuatu

.

Hingga akhirnya sang Pemilik Hidup mengambil sesuatu yang disebut nikmat bahagia dari manusia

.

apa yang terjadi? mereka dengan lantang berkata, Dia tak adil padaku ~

.

Aku mencintai dengan sabar, sabar di kala harus kehilangan, sabar di kala kenyataan tak sesuai harapan dan ketika apa yang memang bukan milikku di ambil lagi oleh yang Maha Memiliki ~

.

Aku mencintai dengan sabar, sabar kala aku di abaikan, sabar kala kehadiran ku tak di hiraukan dan sabar kala aku harus di tinggalkan

.

Aku mencintai dengan sabar, hingga aku akhirnya mau menerima bahwa mengikhlaskan adalah sumber kekuatan baru untuk melepaskan sesuatu ~

.

Mencintai dengan sabar, memahami kala  berselisih, mengerti ketika tau sesuatu dan melengkapi ketika ada kekurangan

.

Mencintai dengan sabar, menerima dalam mengikhlaskan, melepaskan dalam kesadaran dan mengakui sebuah kesalahan

.

ini aku, ini caraku ~ caraku mencintai dengan sabarku, menantimu ~

menanti kehadiran sosok seseorang, yang akan ada bukan untuk menggantikan namun yang akan ada untuk melengkapi

.

ini aku, ini caraku ~ caraku mencintai dengan sabarku, mendoakanmu ~

mendoakan sosok seseorang yang masih menjadi misteri, yang sedang melangkah menujuNya untuk menjemputku

.

ini aku, ini caraku ~ caraku mencintai dengan sabarku 💕

.

.

.

Nita Lisnawati 

01 Oktober 2016

Advertisements