semua berawal dari luka yang menghujam hati teramat dalam, menutup diri pada siapapun yang mencoba masuk hingga akhirnya hati ini mati rasa ketika semua rasa sakit itu tak kunjung menemukan obatnya ~

.

saat itu ketika hati berkata tunggu namun logika memaksa keluar dari zona yang semakin menyesakkan, aku berusaha bangkit menyembuhkan semua luka yang dengan sengaja di goreskan pada hati yang tak bersalah, aku berusaha berdiri dari keterpurukan ku sendiri hingga akhirnya aku bisa kembali berjalan lalu berlari dengan langkah pasti.

.

tak lama Dia bukakan pintu hati dengan mempertemukan aku pada seseorang, di waktu yang tepat menurutku karena aku benar benar sudah sembuh kala itu, terfokus pada 1 pintu selama bertahun tahun hingga lupa caranya menengok dan menghirup udara bebas aku merasa terbang ke atas langit ketika hati ini mulai merasakan hal yang lain.

.

aku tak pandai memendam rasa, aku tak pandai mencintai diam-diam, dan aku tak pandai berpura-pura untuk sesuatu yang ku sebut ini fitrah.

aku manusia biasa, cenderung egois ketika menginginkan sesuatu tapi akupun manusia biasa yang berakal dan sadar bahwa aku tak bisa memaksakan sesuatu. aku tak perlu ungkapkan apapun untuk membuat kamu tau kan? karena tanpa perlu aku bilang pun kamu bisa tau dan bisa rasa.

aku ingin bertahan dengan EGOku, bertahan dengan fitrah ini hingga Dia katakan tidak tapi kondisi saat ini membuatku berpikir untuk menangguhkan RASA~

ada rasa khawatir yang terselip dalam diri jika aku bertahan dan akan ada rasa sakit ketika aku tangguhkan, pertemuan ini bukan kebetulan kan? rasa yang ada pun juga bukan kebetulan kan? ada kekuatan dalam diri yang memintaku tetap tinggal dengan EGOku hingga waktu yang dinantikan itu datang dan ada harap meski kecil untuk bisa bersama dalam kebaikan :’)

.

Maaf, maaf aku sampaikan bahwa perasaan itu kini berubah ~ bukan lagi rasa kagum, tapi sudah lebih dari itu. Maaf, maaf aku sampaikan bahwa rasa ini fitrah pemberianNya dan tidak aku buat-buat. Maaf, maaf aku sampaikan jika hadirku membuat semua menjadi sedikit rumit. dan Maaf, maaf aku sampaikan jika ujian ini membuatmu merasakan hal yang salah~

.

Terimakasih, Terimakasih karena sudah sangat baik. Terimakasih karena sudah mengijinkan aku seperti ini dan Terimakasih karena selalu ada :’)

.

ini aku, ini caraku. aku tau, kamu cukup bijak untuk menyikapi caraku :’)

.

.

Nita Lisnawati

27 September 2016

Advertisements